Jejak Rote, Harmoni tradisi dan alam
100×100 cm · Kain motif Rote cat Akrilik · 2026
Karya instalasi ini merupakan sebuah jembatan visual yang mempertemukan kedalaman spiritualitas karya nusantara dengan estetika seni rupa kontemporer. Di jantung karya, sehelai syal tenun ikat khas Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), terbentang vertikal menceritakan ketekunan, memori kolektif, dan doa-doa yang ditenun lewat perulangan motif geometrisnya yang sakral. Kain tradisional ini bukan lagi sekadar sandang, melainkan sebuah naskah visual dari peradaban bahari yang kokoh.
Keberadaan kain dipertegas oleh bentangan horizontal batang waregu. Kehadiran kayu organik ini memberikan ritme penyeimbang—struktur garis yang tegas namun bersahaja—merepresentasikan bagaimana masyarakat Rote beradaptasi dengan alam lingkungan sekitar secara harmonis.
Seluruh elemen tersebut berdialog di atas permukaan kanvas dengan sapuan efek keemasan (gold leaf/metallic accent). Latar belakang ini memancarkan aura sakral, memuliakan kain tenun sebagai 'harta karun' budaya yang nilainya tak lekang oleh waktu. Kilau emas yang samar berpadu dengan tekstur kasar kanvas menciptakan dualitas yang memikat: antara kemegahan tradisi masa lalu dan ruang ekspresi modern hari ini. Dipajang di atas easel kayu, instalasi ini menegaskan bahwa tradisi Rote tidak pernah mati; ia terus bergerak dan ditempatkan sebagai mahakarya yang terus diapresiasi oleh zaman.

