Pameran Retrospektif 4 Dekade SR 86 — Alumni FSRD ITB Angkatan 1986. 4 Dekade 86, 1986–2026

Didukung oleh :

Institut Teknologi Bandung, Ikatan Alumni ITB, IASR – ITB, Alumni 86 FSRD ITB, ITB 86, FSRD ITB, Galeri Soemardja

← Semua peserta pameran

Foto Lalita Rachmania

Lalita Rachmania

Desain Interior · FSRD ITB Angkatan 1986

Profil Seniman

Lalita Rachmania lahir di Jakarta, mengikuti perjalanan karir kantor ayahanda tercinta, sempat tinggal di Tokyo Jepang selama 4 tahun semasa kecil. Setelah menyelesaikan SMA di Al-azhar pusat Jakarta, lulus dari ITB jurusan desain interior pada tahun 1992, sempat bekerja sebagai pengarah gaya interior pada majalah arsitektur interior Laras.

Pengalaman bekerja di majalah Laras selama 3 tahun mengilhami sudut pandang interior yang menarik untuk dituangkan ke dalam lukisan. Tahun 1992 mulai mengisi waktu luangnya dengan melukis menggunakan materi oil maupun cat air di sela-sela kesibukannya mengurus kedua putrinya.

Perjalanan waktu menginspirasikan untuk memfokuskan diri melukis sudut pandang suasana dalam interior ke atas kanvas dan pernah mengelola galeri Kendra di Bali, Green Art Space Jakarta, kemudian Java Banana, Bromo, Indonesia

Sejak 2014 mengikuti kecintaan ibunda tersayang mempelajari batik menggunakan pewarna alam, kemudian 2016 mendesain konsep bangunan tumbuh pada lahan rumah orang tua: rumah Soea residence, yang bergaya natural minimalis, yang juga digunakan sebagai galeri seni desain tempat berkarya.

Karya

I Want to Fly

I Want to Fly

90 × 45 cm · Oil on Canvas · 2000

Lukisan I want to fly, yang diambil dari salah satu sudut ruang rumahnya di Bali, menggambarkan koneksi antara dirinya dan ruangan di luar, di mana terpaan angin ke tirai jendela menggambarkan kesempatan.

Tangerine Room

Tangerine Room

90 × 45 cm · Oil on Canvas · 2000

Lukisan Tangerine Room, menggambarkan sudut ruangan seorang seniman (temannya) di Bali yang bergaya unik, dan jendela serta cahaya masuk menggambarkan koneksi terbuka (gaya rumah tropis) antara ruang luar dan sang seniman.

Pojok ruangan di rumah dengan furniture antik, kain batik, bantalan kursi, maupun ruang kosong dengan cahaya yang masuk dari jendela dengan terpaan angin yang meniup gordennya adalah gambaran puitis yang dapat dilukiskan menghubungkan alam sekitar ke dalam ruang, dengan permainan campuran warna yang ditangkap dari efek cahaya matahari alami yang masuk ke dalamnya.