Interior Auditorium Mandiri Plaza Mandiri, Jakarta
Mendesain auditorium yang bersifat ruang publik dengan pertimbangan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan jumlah harus dapat menampung 700 orang.
Sebagai Desainer Interior profesional di PT Studio T- Transintrasia, Jakarta 2016-sekarang, mendesain berbagai peruntukan fungsi, sebagai narasumber seminar desain, aktif di program BEKRAF dan Kemenparekraf, juri sayembara desain, dosen tamu perguruan tinggi desain, ITB, ITENAS, UPH, ISI Jogya, UNS Solo, Mercubuana, Trisakti, Binus, Atmajaya.
Ketua HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia) 2008-2010, Dewan Majelis HDII 2010-2013, 2024-2027, Dewan Kode Etik HDII 2014-2018, 2018-2021, 2021-2024.
Asesor Nasional Sertifikasi Bidang Arsitektur 2014- 2023. Dewan Pengawas Ikatan Alumni Seni Rupa dan Desain ITB 2021-2025, Dewan Pertimbangan HDII 2025-2027. Penulis Cerpen dan Puisi yang sudah diterbitkan menjadi buku, Coach Meditasi ‘Qi – Activation Institute” sejak 2008.
Karya Desain Interior terbangun · 6 × A3 · Fotografi · 2026
Mendesain auditorium yang bersifat ruang publik dengan pertimbangan berbagai aspek, mulai dari kebutuhan jumlah harus dapat menampung 700 orang.
Mendesain interior di bangunan Cagar Budaya/Heritage merupakan tantangan menarik, karena selain membutuhkan kreativitas, juga kepatuhan akan aturan baku yang bertujuan melestarikan artefak sejarah.
Pada mulanya bangunan yang berdiri di Jl Sudirman, Padang tersebut merupakan rumah tinggal Belanda tahun 1950-an. Bangunan Cagar Budaya/Heritage yang harus dijaga kelestariannya. Desain dibuat dengan sangat hati-hati agar tetap menjaga nilai sejarah. Semua elemen interior dari mulai dinding, lantai, plafond, lampu, furniture semua di desain ulang.
Interior dipilih berciri khas Indonesia dari mulai pilahan warna, pola ornament yang merepresentasikan batik-batik yang ada di Nusantara. Desainer juga melibatkan para seniman lokal seperti Abdul Sobur /Kriya Nusantara untuk pembuatan 50 lampu gantung, partisi ruang rapat, semua bernuansa batik, dan seniman Fatchurohman dengan karya Lukisan Kolaste Kain Lawasnya. Kedua seniman dari FSRD Angkatan 86 ITB.
Desain dari enam lantai mulai lobby bertema modern, namun khusus lantai 7 ruang Ketua PERADI saat itu Bpk Prof. Otto Hasibuan bertema “Elegant Tropical” dengan penambahan ornament Indonesia.
Secara keseluruhan desain harus merepresentasikan kewibawaan profesi Advokat yang terpercaya, terstruktur, dan patuh hukum.